Rabu, 03 Januari 2018

STANDAR PENGUKURAN

BAB I
STANDAR PENGUKURAN
Standar pengukuran US
ASME ( American Society of Mechanical Engineer )
Memiliki satu standar global menjadi semakin penting sebagai perusahaan menggabungkan melintasi batas internasional, dibantu oleh perjanjian perdagangan regional seperti North American Free Trade Agreement (NAFTA) dan yang ditetapkan olehUniEropa(UE),yang telah memfasilitasi merger internasional melalui penurunan tarif pada impor.Perusahaan yang terlibat dalam konsolidasi ini digunakan untuk menjual hanya satu pasar,sekarang menemukan diri mereka jual ke pasar global. Di bawah ini adalah Overview dari Code dan Standard ASME yang biasa di pakai oleh para Engineer untuk mendesign di pabrik baik itu oil & gas atau pulp & paper atau chemical plant atau apalah yang menggunakan code dan Standard ASME.

ASME / ANSI B16 – Standar Pipes and Fittings  Yang ASME B16 Standar mencakup pipa dan alat kelengkapan dalam besi cor, perunggu, tembaga dan besi tempa The ASME – American Society of Mechanical Engineers – ASME / ANSI B16 Standar mencakup pipa dan alat kelengkapan dalam besi cor, perunggu, tembaga dan baja tempa.
ANSI ( American National Standard Institute )
Sebagai suara standar AS dan sistem penilaian kesesuaian, American National Standards Institute (ANSI) memberdayakan anggotanya dan konstituen untuk memperkuat posisi pasar AS dalam ekonomi global sambil membantu untuk menjamin keselamatan dan kesehatan konsumen dan perlindungan dari lingkungan. Lembaga tersebut juga mengkoordinasikan standar Amerika Serikat dengan standar internasional sehingga produk-produk Amerika Serikat dapat digunakan di seluruh dunia. Lembaga tersebut memberi akreditasi untuk standar yang yang dikembangkan oleh perwakilan dari lembaga pengembang standar, instansi pemerintah, kelompok konsumen, perusahaan, dan lain-lain. Standar tersebut memastikan agar karakteristik dan kinerja produk yang konsisten sehingga masyarakat menggunakan definisi dan istilah yang sama, dan produk diuji dengan cara yang sama. ANSI juga memberi akreditasi bagi organisasi yang melaksanakan sertifikasi produk atau personel sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam standar internasional. Ada banyak peralatan proteksi yang ada pada bay penghantar maupun bay trafo. Masing -masing peralatan proteksi tersebut dalam rangkaian satu garis digambarkan dalam bentuk lambang / kode.  Berikut adalah Kode da lambang rele Proteksi berdasarkan standar ANSI C37-2 dan IEC 60617.
ASTM (American Societyfor Testingand Material)
ASTM International, sebelumnya dikenal sebagai American Society untuk Pengujian dan Material (ASTM), adalah pemimpin global yang diakui dalam pengembangan dan pengiriman standar internasional konsensus sukarela. ASTM Internasional merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan standardisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. ASTM Internasional yang berpusat di Amerika Serikat.

ASTM merupakan singkatan dari American Society for Testing and Material, dibentuk pertama kali pada tahun 1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuwan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang ini, ASTM mempunyai lebih dari 12.000 buah standar. Standar ASTM banyak digunakan pada negara-negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademisi maupun industri.

ASTM kepemimpinan dalam pembangunan standar internasional didorong oleh kontribusi dari anggotanya: lebih dari 30.000 pakar top dunia teknis dan profesional bisnis yang mewakili 135 negara. Bekerja dalam suatu proses terbuka dan transparan dan menggunakan infrastruktur canggih elektronik ASTM, anggota ASTM memberikan metode pengujian, spesifikasi, panduan, dan praktek-praktek yang mendukung industri dan pemerintah di seluruh dunia.
API (American Petroleum Institute)
API atau American Petroleum Institute adalah suatu “Main US trade association ” untuk Industry Oil and Gas yang mewakili sekitar 400 Perusahaan yang tersebar di Production, Refinement and Distribution, serta industry lainnya, kadang juga disebut sebagai AOI atau American Oil Industry. Sejak tahun 1924, API sudah membuat standard untuk keperluan Industry Minyak dan Gas Alam dunia.
Fungsi utama asosiasi atas nama industri termasuk advokasi dan negosiasi dengan lembaga-lembaga pemerintah, hukum, dan peraturan; penelitian dampak ekonomi, toksikologi, dan lingkungan; pembentukan dan sertifikasi standar industri; dan penjangkauan pendidikan API baik dana dan. melakukan penelitian yang berkaitan dengan banyak aspek dari industri minyak bumi The CEO saat ini adalah Jack Gerard.
PI mendistribusikan lebih dari 200.000 eksemplar publikasi setiap tahun. Publikasi, standar teknis, dan produk elektronik dan online yang dirancang, menurut API sendiri, untuk membantu pengguna meningkatkan efisiensi dan efektivitas biaya operasi mereka, sesuai dengan persyaratan legislatif dan peraturan, dan menjaga kesehatan, menjamin keamanan, dan melindungi lingkungan hidup. Setiap publikasi diawasi oleh komite profesional industri, sebagian besar insinyur perusahaan anggota.
Saat ini API memantain sekitar 550 Standard yang meliputi seluruh aspek didalam Industry Minyak dan Gas Alam. API juga ikut terlibat secara aktif didalam pembuatan dan pengembangan ISO atau International Standard Organization yang juga sesuai untuk digunakan di dunia industry secara umum. Setiap tahunnya lebih dari 100,000 publications disebar keseluruh penjuru dunia oleh API.

Standar pengukuran Jepang
JIS (Japan Industrial Standard)
Jepang merupakan salah satu negara maju yang juga memiliki standar nasional  sendiri  untuk  produk  yang  dihasilkan  di  negaranya.  Badan  yang mengatur tentang standardisasi di Jepang adalah Japanese Industrial Standards Committe (JISC). JISC terdiri dari banyak komite nasional dan memiliki peran utama dalam kegiatan standardisasi di Jepang. Tugas JISC adalah membentukan dan menetapkan Japanese Industrial Standard (JIS), administrasi akreditasi dan sertifikasi, partisipasi dan kontribusi dalam kegiatan standardisasi internasional, dan pengembangan standar pengukuran dan infrastrukstur teknis untuk standardisasi. Standardisasi industri merupakan standardisai di sektor industri dandi  Jepang  Japanese  Industrial  Standar  ditetapkan  sebagai  standar  industri nasional. Hal ini dilakukan agar Jepang dapat memastikan kenyamanan dalam kegiatan ekonomi dan sosial (mengamankan kompatibilitas), meningkatkan efisiensi produksi, jaminan keuntungan konsumen dan penyederhanaan transaksi, mempromosikan kemajuan teknologi (dukungan untuk menciptakan pengetahuan baru dan pengembangan/penyebaran teknologi baru), menjada keselamatan dan kesehatan dan pelestarian lingkungan (Japanese Industrial Standards Committe,
2005). Salah satu standar nasional di Jepang yang mengatur tentang kebijakan dalam  kegiatan  pengolahan  produk  panel  yaitu  papan  serat  adalah  JIS  A
5905:2003 yang telah direvisi dari JIS 5905 : 1994.
Jumlah suatu Standar  Industri Jepang  (JIS) terdiri  dari  sebuah  simbol huruf Inggris dan empat (4) atau lima (5)  digit angka. Angka tersebut mungkin memiliki nomor bagian  setelah  4-5 angka dan sebuah tanda hubung "-"  Simbol huruf   menunjukkan   19 bidang   teknis seperti   A untuk   "Teknik   Sipil   dan Arsitektur", X   untuk "Pengolahan Informasi." Dari   angka   tersebut,   dua digit pertama menunjukkan sebuah  divisi yang  ditentukan sub-teknis  daerah dan  dua terakhir diberikan secara  bebas. H 7501,  misalnya,   berarti area teknis  "Bahan non-besi dan   Metal"   dan sebuah   divisi       dari "bahan fungsional".    JIS juga dikategorikan   ke   dalam tiga   domain   yaitu   produk,   metode   dan dasar. Ada sekitar 4000, 1600 dan 2800 masing-masing standar.
Standar pengukuran Jerman
DIN (Deutsches Institut für Normung)
Deutsches Institut für Normung ( DIN , dalam bahasa Inggris, the German Institute for Standardization ) adalah organisasi nasional Jerman untuk standardisasi dan anggota ISO negara itu . DIN adalah Asosiasi Jerman yang sudah Terdaftar dan berkantor pusat di Berlin . Saat ini ada sekitar tiga puluh ribu Standar DIN , meliputi hampir setiap bidang teknologi .
DIN Didirikan pada tahun 1917 sebagai Normenausschuß der Deutschen Industrie ( NADI , ” Komite Standardisasi Industri Jerman ” ) , NADI ini berganti nama Deutscher Normenausschuß ( DNA , ” Komite Standarisasi German ” ) pada tahun 1926 untuk mencerminkan bahwa organisasi sekarang berurusan dengan isu-isu standardisasi di banyak bidang ; yaitu , tidak hanya untuk produk industri . Pada tahun 1975 itu diubah namanya lagi untuk Deutsches Institut für Normung , atau ‘ DIN ‘ dan diakui oleh pemerintah Jerman sebagai badan nasional standar resmi , yang mewakili kepentingan Jerman di tingkat internasional dan Eropa.

Akronim , ‘ DIN , ‘ sering salah diperluas sebagai Deutsche Industrienorm ( ” Standar Industri Jerman ” ) . Hal ini sebagian besar disebabkan oleh asal bersejarah DIN sebagai ” NADI ” . NADI memang diterbitkan standar mereka sebagai DI – Norm ( Deutsche Industrienorm ) . Sebagai contoh, standar pertama kali diterbitkan adalah ‘ DI – Norm 1 ‘ (tentang pin peruncing ) pada tahun 1918. Banyak orang masih mengasosiasikan DIN keliru dengan yang lama DI – Norm konvensi penamaan. Salah satu yang paling awal , dan mungkin yang paling terkenal , adalah DIN 476 – standar yang memperkenalkan ukuran kertas A -series tahun 1922 – yang diadopsi pada tahun 1975 sebagai Standar Internasional ISO 216. Contoh umum dalam teknologi modern termasuk DIN dan mini – DIN konektor . Penunjukan standar DIN menunjukkan asal-usulnya ( # menunjukkan angka ) :
DIN # digunakan untuk standar Jerman dengan signifikansi terutama domestik atau dirancang sebagai langkah pertama menuju status internasional .
E DIN # adalah rancangan standar dan DIN V # adalah standar awal .
DIN EN # dipakai untuk edisi Jerman standar Eropa .
DIN ISO # digunakan untuk edisi Jerman standar ISO .
ISO DIN ID # digunakan jika standar ini juga telah -adopted sebagai standar Eropa .
Contoh standar DIN
DIN 476 : ukuran kertas internasional (sekarang ISO 216 atau DIN EN ISO 216 )
DIN 946 : Penentuan koefisien gesekan rakitan baut / mur dalam kondisi tertentu .
DIN 1451 : jenis huruf yang digunakan oleh kereta api Jerman dan pada rambu lalu lintas
DIN 4512 : Definisi kecepatan film , sekarang digantikan oleh ISO 5800 : 1987 , ISO 6 : 1993 dan ISO 2240 : . 2003
DIN 31635 : transliterasi dari bahasa Arab
DIN 72552 : nomor terminal listrik di mobil









BAB II
KODE ETIK PENULISAN ILMIAH

Etika penulisan
  1. •Tulisan merupakan media untuk mengomunikasikan gagasan Kepada orang lain. Kesalahpahaman mengakibatkan pesan yang Hendak disampaikan melalui tulisan tidak mengena.
  2. Kesalahpahaman sering terjadi akibat: penempatan tanda baca Yang tidak sesuaiϖ pilihan kosa kata yang tidak pasϖ kalimat Yang tidak efektifϖ paragraf yang tidak koherenϖ tulisan tidak mudah dicerna
  3. contoh: penempatan tanda baca:
a.    Menurut kabar burung ahmad kurang sehat.
b.    Menurut kabar, burung ahmad kurang sehat.
  1. pemilihan kosa kata:
a.    Kata umum: melihat
b.    Kata khusus: melirik, mengintai, mengamati, mengawasi, Menonton, memandang, menatap, melotot, membelalak

Laporan Penelitian Ilmiah
  1. Dokumen tertulis tentang suatu penelitian dibuat dengan jelas tepat tidak ber-tele2 dibuat dengan metode penulisan tertentu tulisan ilmiah di perguruan tinggi: makalah skripsi thesis disertasi
Garis besar laporan penelitian
  1. Dapat mengemukakan masalah penelitian dan Menyimpulkannya
  2. Berisi data lengkap dan ada hubungannya Dengan pokok permasalahan
  3. Berisi interpretasi data yang telah diolah

Kerangka laporan penelitian ilmiah Berisi:
  1. identitas peneliti
  2. judul
  3. ringkasan/abstrak
  4. kata pengantar
  5. daftar isi, tabel gambar
  6. pendahuluan
  7. tinjauan pustaka
  8. hipotesis (bila ada)
  9. metode penelitian
  10. hasil
  11. pembahasan
  12. kesimpulan dan saran
  13. daftar pustaka
  14. lampiran

Judul
  1. ringkas
  2. jelas
  3. logis
  4. informatif
  5. atraktif
  6. mengungkapkan masalah yang diteliti dan variable
  7. menggambarkan tujuan dan konsep yang digunakan singkat tapi informatif menggunakan kata2 yang jelas bukan kalimat tanya tidak puitis
  8. atraktif tapi tidak provokatif

Penulisan nama peneliti
• author
Penulis yang “betul-betul” meneliti dan/atau membuat makalah Dengan masukan para penulis pembantu (co-author)
• co-author
Penulis pembantu
• urutan nama penulis disesuaikan dengan urutan peran sertanya
• konsultan, pelaksana lain dituliskan pada “kata pengantar” Atau pada alinea khusus “aknowledgment”

Abstrak
Ringkasan
1. Jumlah kata dibatasi
200-300 kata
2. Berisi
• masalah dan tujuan
Penelitian
• bahan dan cara penelitian
• hasil penelitian yg penting
• kesimpulan
1. ≤ 2 lembar
2. Berisi
• tinjauan pustaka yang relevan
• bahan dan cara penelitian
• hasil penelitian yg penting
• kesimpula penelitian
• saran
KATA PENGANTAR
Berisi ucapan terima kasih
DAFTAR ISI
•Bagian Ilmiah
•Bagian Pelengkap
PENDAHULUAN
•Latar Belakang
•Rumusan Masalah
•Tujuan Penelitian
•Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA
• Tidak boleh ‘liar’
• Berisi informasi ilmiah untuk mendukung
- Pendahuluan
- Kerangka Konsep
- Hipotesis
- Pembahasan
• Mencantumkan sumber informasi
- Sistem nomor (alfabetis)
- Sistem Nama (th, dibelakang)
ISU PLAGIAT !!

SISTEM NAMA SISTEM NOMOR KEUNTUNGAN
• Praktis
• Pembaca mengetahui langsung
nama penulis
• Pembaca mengetahui langsung
tahun penemuan
• Tidak ada kesukaran dalam
penambahan daftar pustaka
KERUGIAN
• Penulisan lebih panjang
KERUGIAN
• Pembaca tidak dapat langsung mengetahui nama penulis
• Pembaca tidak dapat langsung mengetahui tahun penemuan
• Terdapat kesukaran bila adatambahan daftar pustaka
KEUNTUNGAN
• Tampak lebih ringkas pendek dan rapi
CARA PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
1. Vancouver style
2. Harvard style
PENULISAN Personal Communication
• Pakar yang sudah dikenal
• Pakar yang banyak penelitian
• Pakar/Pusat Penelitian mrpk pusat sumber rujukan yg termashur
CARA PENULISAN SINGKATAN MAJALAH
Harus Menggunakan singkatan resmi
• N Engl J Med
• Am J Med
• Ann Intern Med
• J Allergy Clin Immunol
PEMBAHASAN/DISKUSI
• Harus obyektif, jujur
• Merupakan ‘Perkawinan’ antara Tinjauan Pustaka dengan hasil Hasil Penelitian
• Untuk menkaji dan menganalisa Hasil Penelitian
• Untuk menjawab pertanyaan yg tercantum sbg Rumusan Masalah
• Menyampaikan hubungan hasil Penelitian yang dilakukan
dengan hasil penelitian lain
• Memperlihatkan penguasaan Peneliti terhadap materi ilmiah yang digunakan untuk memecahkan Rumusan Masalah
KRITERIA TULISAN ILMIAH
• Objektif: berdasarkan kondisi faktual.
• Up to date: tulisan merupakan perkembangan ilmu mutakhir.
• Rasional: berfungsi sebagai wahana penyampaian kritik timbal balik.
• Reserved: tidak overclaiming, jujur, lugas, dan tidak bermotif pribadi.
• Efektif dan efisien
• Tulisan memperhatikan tanda-tanda baca
• Rangkaian kalimat yang baik dan teratur enak dibaca, mudah dipahami oleh pembaca.
• Teknik-teknik penulisan:
-
Kata pembuka dan penutup sesuai proporsi
-
Mengikuti penulisan sebagai tulisan ilmiah
-
Bagian isi (diskusi) lebih dominan dalam tulisan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan
1. Tidak menuliskan identitas penderita
2. Pemuatan foto harus seizin ybs
3. Makalah tidak boleh dipublikasikan dalam dua atau
Lebih majalah ilmiah→ autoplagiat
4. Penulisan makalah dalam bahasa lain harus atas izin

Bahasa yang digunakan
• Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
• Bila tidak ada dalam Bahasa Indonesia, dimiringkan
• Tidak bahasa sastra atau puitis
• Bila perlu, Abstrak dapat dibuat dalam Bahasa Inggris

ETIKA
 Etika: konsep nilai yang mengarah pada perilaku yang baik dan pantas. Terkait dengan norma, moralitas, pranata, baik kemanusiaan maupun agama.
 Etika Peneliti:
1. Jujur
2. Sportif
3. Objektif
4. Mengerti Kode Etrik Penelitian
5. Tangguh

KODE ETIK PENULIS
 Melahirkan karya orisinal, bukan jiplakan
 Menjaga kebenaran dan manfaat serta makna informasi yang disebarkan sehingga tidak menyesatkan.
 Menulis secara cermat, teliti, dan tepat
 Bertanggung jawab secara akademis atastulisannya.
 Memberi manfaat kepada masyarakat pengguna.
 Integritas akademik = perilaku etis dan jujur serta menghargai ide orang lain dengan cara melakukan pengutipan dan referensi secara benar .

Penulis seharusnya:
 Jujur pada diri sendiri.
 Memiliki nurani.
 Sikap terbuka secara ilmiah
 Menjunjung tinggi hak, pendapat atau temuan orang lain.
 Menyadari sepenuhnya untuk tidak melakukan pelanggaran ilmiah, diantaranya:
o Falsifikasi
o Fabrikasi
o Plagiat
PELANGGARAN ILMIAH
 Fabrikasi data: membuat-buat data yang sebenarnya tidak
ada atau lebih umumnya membuat data fiktif. bisa berarti
mengubah data◊ Falsifikasi data
 Falsifikasi Data: sesuai dengan keinginan, terutama agar sesuai dengan simpulan yang  ingin’ diambil dari sebuah penelitian.
 Plagiat mengambil kata-kata atau kalimat atau teks orang lain tanpa memberikan acknowledgment (dalam bentuk sitasi) yang cukup.
PELANGGARAN ILMIAH
 Fabrikasi data: membuat-buat data yang sebenarnya tidak ada atau lebih umumnya membuat data fiktif. bisa berarti mengubah data◊ Falsifikasi data
 Falsifikasi Data: sesuai dengan keinginan, terutama agarmsesuai dengan simpulan yang ‘ingin’ diambil dari sebuah penelitian.
 Plagiat mengambil kata-kata atau kalimat atau teks orang lain tanpa memberikannacknowledgment (dalam bentuk sitasi) yang cukup.

DEFINISI PLAGIAT/ PLAGIARISM
 Plagiat berasal dari bahasa Latin: Plagiari(us) = penculik” Plagi(um)
= “menculik”
 Plagiat: pembuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai
(Permendiknas No. 17 /2010)
 Bagian tulisan yang di-copy dari orang lain namun disebut seolah- olah itu adalah hasil anda sendiri (Princeton University, 2012).
 Mengambil ide orang lain seolah-olah ide anda sendiri (Princeton University)  Pelaku Plagiat
• Tidak tahu bahwa plagiarisme adalah tindak kejahatan
akademik (Don’t know).
• Tahu bahwa plagiarisme adalah tindak ilegal, tapi tidak tahu bagaimana cara menghidarinya (Don’t know how).
• Tahu bahwa plagiarisme adalah tindak ilegal, tapi tidak peduli (nikmat,cara gratis mendapat nilai, dan menjadi sarjana/peneliti ) (Don’t care)
• Managemen waktu yang buruk
• Self Plagiarism: autoplagiari








DAFTAR PUSTAKA


http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://repository.unand.ac.id/23771/7/ETIKA%2520PENULISAN%2520KARYA

SISTEM MANAJERIAL DAN ORGANISASI PERUSAHAAAN

SISTEM MANAJERIAL DAN ORGANISASI PERUSAHAAAN
1.                  Sistem Manajemen
            Kata manajemen di ambil dari kata bahasa inggris yaitu “manage” yang berarti mengurus, mengelola, mengendalikan, mengusahakan, memimpin.
Berikut pengertian manajemen menurut beberapa ahli :
            Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian,penyusunan,pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (By : Drs. Oey Liang Lee )
            Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan. (By : James A.F. Stoner)
Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. (By : R. Terry )
            Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.(By : Lawrence A. Appley)
            Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. (By : Horold Koontz dan Cyril O’donnel )
            Sebenarnya ada banyak versi mengenai definisi manajemen, namun demikian pengertian manajemen itu sendiri secara umum yang bisa kita jadikan pegangan adalah :
“Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya” Sebuah perusahaan yang baik pasti memiliki sebuah sistem manajemen yang baik pula. Baik dalam mengurus, mengelola, mengendalikan hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan.
            Dalam suatu industri khususnya industri-besar merupakan suatu komunitas yang perlu diatur kinerjanya agar dapat berjalan dengan baik sehingga sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Contoh suatu industri kertas dengan skala besar.sebagaimana terlihat pada banyaknya peralatan dengan ukuran yang besar, dengan demikian tentunya diperlukan operator yang pengoperasikan peralatan-peralatan tersebut, oleh karenanya diperlukan adanya pengorganisasian yang baik dalam sistem tersebut.

            Manajemen Berdasarkan Sumber Daya Manusia Pengorganisasian dari suatu komunitas tersebut diperlukan sistem manajemen.Dimana sistem tersebut harus dapat menyatukan elemenelemennya agar dapat berjalan dengan baik. Secara garis besar terdapat enam elemen sistem yang perlu diatur yaitu:
1.    Manusia
2.    Material
3.    Metode
4.    Mesin
5.    Market
6.    Lingkungan
            Keenam elemen sistem tersebut (M5L) yang saling mendukung agar dapat tercapai tujuan dari organisasi tersebut, sebagaimana yang dapat digambar dalam bentuk diagram tulang ikan (fish-bone) ,Sistem manajemen yang baik sebagaimana yang digambarkan pada, harus dapat menyatukan sekumpulan karyawan(manusia) yang bekerja secara kontinyu pada suatu industri, yang dapat mengubah material agar dapat mempunyai nilai lebih, dengan menggunakan peralatan (mesin) dengan metoda tertentu, dimana jumlah dari produksi material tersebut tergantung dari kebutuhan konsumen atau pasar (market) dan juga harus memperhatikan faktor lingkungan baik secara mikro maupun makro.
            Diantara elemen-elemen dalam sistem tersebut, yang mempunyai peran yang cukup besar adalah manusianya, dimana dalam era sekarang ini, manusia merupakan salah satu bagian dari sumber daya, yang selanjutnya disebut dengan sumber daya manusia (sdm). Kolektivitas manusia dalam suatu organisasi mempunyai kemampuan (skill),pengetahuan (knowledge), pengalaman (experience) yang berbeda.Berdasarkan hal tersebut, organisasi dalam suatu industri (perusahaan)dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: manajemen puncak, manajemen menengah dan manajemen pelaksana.
Manajemen puncak
            Dalam sistem organisasi, manajemen puncak merupakan manajemen tertinggi, dimana orang-orang yang duduk pada posisi ini mempunyai tugas yang cukup berat karena harus memutuskan hal-hal penting dan mengatur yang menyangkut kelangsungan hidup dan keberhasilan dari organisasi atau perusahaan tersebut.

            Orang yang duduk pada manajemen puncak ini biasanya disebut dengan direktur dan juga pemilik modal dalam perusahaan, atau yang tergabung dalam bentuk dewan (dewan direksi, dewan komisaris). Dewan Direksi dapat terdiri dari Direktur Utama,Direktur Keuangan dan Umum serta Direktur Produksi dan Teknik.
Manajemen menengah
            Manajemen ini terdiri dari pimpinan-pimpinan pabrik (dalam suatu industri, misalnya industri petrokimia, industri pupuk dapat terdiri lebih dari satu pabrik), atau kepala-kepala divisi. Tugas dari bagian ini adalah mengembangkan dan menjalankan rencanarencana yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak
Manajemen pelaksana
            Pada tingkat ini, terdiri dari personil yang melaksanakan tugas yang telah dikembang oleh manajemen menengah dan bertanggung jawab kepadanya.
            Berdasarkan keterangan tersebut, maka semakin tinggi tingkat manajemennya akan diduduki oleh semakin sedikit jumlah personilnya, sebaliknya demikian pula sebaliknya tingkat manajemen pelaksana terdiri dari jumlah personil yang cukup banyak, hal ini digambarkan dalam bentuk piramida dengan kerucut. Sebalik untuk tugas dan tanggung jawab,semakin tinggi tingkat manajemen, maka dia mempunyai tugas dan tanggung jawab yang lebih tinggi, hal ini digambarkan dalam bentuk piramida terbalik dengan kerucut.
            Secara umum, dalam suatu perusahaan atau industri, person (orang) yang bekerja didalamnya terdiri dari:
1.        Pemegang saham sebagai pemilik perusahaan (untuk perusahaan berbentuk Badan Usaha Milik Swasta) dalam pelaksanaan tugas sehari-harinya dibantu oleh Dewan Komisaris, sedangkan tugas untuk menjalankan perusahaan dilaksanakan oleh Direktur Utama dibantu oleh Direktur Teknik dan Direktur Keuangan dan Umum.
2.        Direktur Teknik membawahi bidang teknik dan produksi. Sedangkan Direktur Keuangan dan Umum membidangi kelancaran keuangan perusahaan.
3.        Beberapa Kepala bagian yang berada dibawah direktur-direktur diatas akan bertanggung jawab membawahi bagian dalam perusahaan,sebagai pendelegasian wewenang dan tanggung jawab.
4.        Masing-masing kepala bagian membawahi beberapa seksi dan masing-masing seksi akan membawahi beberapa karyawan perusahaan pada masing-masing bidangnya.
5.        Karyawan perusahaan akan dibagi dalam beberapa kelompok regu yang setiap kepala regu akan bertanggung jawab kepada pengawas masing-masing seksi.

            Berikut langkah-langkah dalam memperbaiki sistem manajemen:
1.      Meninjau Proses Bisnis Perusahaan
Proses Bisnis merupakan unsur utama dalam memperbaiki sistem manajemen. Hal ini dipelukan  guna mengetahui pola bisnis perusahaan dengan baik, serta mengetahui proses bisnis yang benar dari mulai input-proses sampai output. Proses Bisnis merupakan kejelasan alur proses dari sebuah kegiatan organisasi atau perusahaan, mulai dari hulu sampai ke hilir. Proses Bisnis ini nantinya akan menentukan jumlah fungsi serta bagian yang ada dalam struktur organisasi.
Inti dari Proses Bisnis yaitu harus jelas, supaya mempermudah manajemen dalam mengendalikan dan monitoring setiap proses yang berjalan. Selain itu, hal ini juga akan mempermudah karyawan dalam menjalani aktivitas bisnis perusahaan.

2.      Meninjau Struktur Organisasi Perusahaan
Setelah Proses Bisnis dibuat secara benar, langkah selanjutnya yaitu meninjau ulang struktur organisasi yang ada. Hal ini sangat penting karena struktur organisasi merupakan hal yang berkesinambungan dengan Proses Bisnis.
Struktur organisasi yang ideal adalah struktur organisasi yang dibuat berdasarkan proses bisnis yang ada, bukan struktur organisasi yang dibuat sekehendak hati atau asal-asalan. Struktur organisasi wajib disusun ulang sesuai dengan proses bisnis supaya ada kejelasan bagian atau fungsi, kewenangan, tugas dan tanggung jawab—sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak tumpang tindih serta  segala bentuk aktivitas akan mudah dikontrol dan dikendalikan.
Struktur organisasi sangat menentukan suksesnya implementasi sebuah sistem. Salah satu contohnya adalah sistem SOP. Sebab SOP yang baik adalah SOP yang dibuat berdasarkan struktur organisasi yang sudah final, dan dengan adanya struktur organisasi yang baik, maka fungsi wewenang dan tanggung jawab di masing-masing proses dan bagian itu jelas bentuknya.
3.      Meninjau Sarana dan Prasarana Perusahaan
Sarana dan prasarana perusahaan sangat diperlukan dalam memperbaiki sistem manajemen perusahaan. Hal ini diperlukan sebagai penunjang dalam menjalankan suatu sistem manajemen, sehingga sistem yang ada menjadi lebih efektif dan efisien. Apabila  sarana dan prasarana kurang memadai maka akan mengakibatkan sistem tidak akan berjalan dengan optimal, bahkan bisa terkendala di lapangan. Oleh karena itu, tinjauan terhadap sarana dan prasarana ini sangat penting, sehingga sistem dapat berjalan optimal dan baik di dalam perusahaan.
4.      Meninjau kembali efektivitas sistem yang sudah berjalan di dalam perusahaan
Meninjau kembali sistem yang sudah berjalan, apakah sistem yang dijalankan selama ini efektif atau malah cenderung tidak efektif. Dalam hal membangun sistem manajemen perlu diingat, bahwa hal yang paling utama adalah implementasi di lapangan, bukan mengesampingkan perlu atau tidaknya sebuah sistem. Sehingga sangat diperlukan pencocokan jenis sistem manajemen yang seperti apa yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi perusahaan, gaya kepimpinan manajemen, serta kondisi kemampuan karyawan dalam menjalankan sistem tersebut.
5.      Meninjau kembali komitmen dari pimpinan perusahaan
Meninjau ulang komitmen pimpinan perusahaan sangatlah penting. Karena sebagus apa pun sistem yang dibuat, tanpa ada komitmen yang baik dari manajemen, maka semuanya akan sia-sia. Hal ini diperlukan karena segala sesuatu bersumber dari komitmen pimpinan dalam menjelankan roda perusahaan. Kenyamanan para karyawan, sistem, sarana prasarana dan lain-lain merupakan bentuk aktualisasi dari komitmen pimpinan perusahaan. Segalanya tidak dapat optimal apabila tidak disertai dan didukung komitmen yang baik dan kuat dari pimpinan atau manajemen.
Oleh karena itu, komitmen pimpinan sangat penting dalam membawa perusahaan ke arah yang progresif. Diperlukan peninjauan karena hal ini akan mempengaruhi baik dalam sistem manajemen maupun yang lainnya, dalam penerapannya yang mana berpengaruh pada sumber daya yang dimiliki.


2.                  Sistem Organisasi
            Dalam membangun sebuah perusahaan baru, sebaiknya tidak perlu membuat struktur organisasi yang terlalu rumit terlebih dahulu. Yang harus menjadi perhatian utama adalah komponen apa saja yang diperlukan oleh sebuah perusahaan baru.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam membangun sebuah perusahaan, adalah :
1.        Perencanaan (Planning)
2.        Pengorganisasian (Organizing)
3.        Pengarahan dan pengimplementasian (Directing/Leading)
4.        Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)

1.                  Fungsi Perencanaan (Planning)
            Dalam membangun sebuah perusahaan fungsi dari perencanaan sangatlah penting. Karena menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan dating dan untuk menentukan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
            Adapun kegiatan yang dilakukan dalam Fungsi Perencanaan;
1.      Menetapkan tujuan dan target bisnis
2.      Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
3.      Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
4.      Menetapkan standar/indicator keberhasilan dalam pecapaian tujuan dan target bisnis

2.                  Fungsi Pengorganisasian
            Merupakan proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, system dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efesien guna pencapaian tujuan organisasi.
            Adapun kegiatan yang dilakukan dalam Fungsi Pengorganisasian;
1.      Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan,
2.      Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab.
3.      Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja
4.      Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat


3.                  Fungsi Pengarahan dan Implementasi
            Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktivitas yang tinggi.
            Adapun kegiatan yang dilakukan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi;
1.      Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien daam pencapaian tujuan
2.      Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
3.      Menjelaskan kebijaksanaan yang ditetapkan

4.                  Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
            Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
            Adapun kegiatan yag dilakukan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian;
1.      Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indicator yang telah ditetapkan
2.      Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
3.      Melakukan bebagai alternative solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis
            Komponen komponen yang diperlukan oleh suatu perusahaan baru, terutama di bidang multimedia dan informatika.
1.      Pemasaran dan Penjualan
Seringkali bisnis baru bangkrut karena divisi pemasaran dan penjualan loyo. Banyak yang merasa mampu membuat solusi multimedia dan informatika membuat usaha baru namun setahun kemudian tutup karena tidak dapat proyek. Tugas divisi ini adalah melakukan riset pasar, promosi, mencari prospek klien, melakukan presentasi sampai dapat menghasilkan proyek untuk perusahaan.
2.      Produksi
Meski demikian, sebaiknya agar setiap proyek dikelola oleh Manajer Proyek yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek peluang bisnis baru. Manajer Proyek ini sifatnya temporer, ada ketika ada pekerjaan, sehingga tidak perlu ada di struktur organisasi. Namun dalam peluang bisnis baru, pekerjaannya Manajer Proyek membawahi seluruh tim produksi seperti desainer dan programmer sekaligus menjadi penghubung ke klien.
3.      Administrasi dan Keuangan
Divisi ini bertanggung jawab terhadap masalah legal, administrasi, pembuatan invoice, penagihan, pembayaran, dan masalah keuangan yang lainnya termasuk mengatur cash flow dan membayar gaji karyawan.

            Ketiga divisi itu cukup dipegang oleh masing masing satu orang. Untuk Direksi dan Komisaris juga cukup satu saja. Perusahaan baru dalam memulai bisnis baru sebaiknya cukup mengkonsentrasikan pada tiga fungsi dasar tersebut. Bersamaan dengan pertumbuhan, jika dirasa perlu melakukan reorganisasi, lakukan saja.
            Dalam membangun sebuah perusahaan baru perlu adanya sumber daya yang dapat menyokong perusahaan tersebut agar dapat bersaing dengan perusahaan lainnya.
1.      Sumber Daya Organisasi
2.      Sumber Daya Manusia
3.      Sumber Daya Informasi
4.      Sumber Daya Fisik
5.      Sumber Daya Keuangan
6.      Sumber Daya Alam 
            Teknologi Informasi telah mampu mengubah lingkungan bisnis menjadi dinamis dan berinteraksi dengan perkembangan teknologi informasi yang menyebabkan transformasi bisnis dan organisasi. Teknologi Informasi dalam perkembangannya telah mampu berperan sebagai katalisator untuk pembentukan dan penyusunan kembali organisasi dan berperan aktif sebagai agen perubahan yang dramatis untuk meperoleh perbaikan yang radikal dalam kinerja organisasi, baik dalam kualitas, biaya, pelayanan, dan kecepatan
            Tipe dan fungsi peranan teknologi informasi ini secara langsung akan berpengaruh terhadap rancangan atau desain struktur organisasi perusahaan; dan struktur organisasi departemen, divisi, atau unit terkait dengan system informasi, teknologi informasi, dan manajemen informasi.
            Lima peranan mendasar teknologi informasi dalam struktur organisasi :
1.      Fungsi Operasional
2.      Fungsi Monitoring dan Control
3.      Fungsi Planning dan Decision
4.      Fungsi Communication
5.      Fungsi Interorganitatial

DAFTAR PUSTAKA
http://revolsirait.com/pengertian-manajemen/
http://www.jlj.co.id/profil-perusahaan/sistem-manajemen

http://kumitukonsultan.com/2015/10/sistem-manajemen-yang-baik-dan-benar/